Di Papua, cacing tambelo bahkan kerap dimakan mentah-mentah saat masih dalam kondisi hidup. Cacing tambelo merupakan mollusca yang hidup di dalam batang pohon bakau yang telah membusuk.
Cacing yang kerap dinikmati hanya dengan memotong bagian kepala dan mencuci bagian perutnya ini dianggap memiliki rasa yang serupa dengan cumi-cumi.
Ukuran cacing yang bisa mencapai 30 centimeter ini akan langsung dihisap dalam keadaan segar oleh masyarakat Papua. Kandungan protein pada tambelo yang tinggi, juga dipercaya sebagai sumber protein untuk mencegah masalah kekurangan gizi pada anak-anak dan pengendalian pertumbuhan tubuh

